117~BC

1739 Kata

“Sah!” seru Anggun tegas dan formal setelah semua proses penandatangan berkas selesai dilakukan. “Mulai detik ini, Naraland berganti nama menjadi SabdaTama.” Sejenak ruangan itu hening, semua orang seolah membutuhkan satu tarikan napas untuk menerima perubahan besar yang baru terjadi. Sejurus itu, tepuk tangan mulai terdengar. Bukan tepuk tangan meriah, melainkan yang penuh penghormatan. Pada akhirnya, mereka harus mengakui bahwa perusahaan itu baru saja resmi memasuki babak baru dengan nama SabdaTama. Tidak bisa dipungkiri, jika uang memegang peranan penting untuk memutar kembali roda perusahaan yang terseok-seok karena ulah Kiano. “Terima kasih banyak,” ucap Altaf mengulurkan tangan pada Anggun. Suaranya tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan betapa besar beban yang perlahan teran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN