118~BC

1683 Kata

“Selamat ulang tahun,” ucap Cinta begitu memasuki ruang private yang sudah dipesan oleh Bias. Sambil menenteng sebuah paper bag, ia berjalan perlahan menghampiri Dinda yang segera berdiri menyambutnya. “Makasih, Cintaku,” balas Dinda lalu terkekeh dan geli sendiri, ketika meniru panggilan mesra Bias pada Cinta. “Sama-sama Dindaku.” Cinta pun ikut tertawa lepas. Ia menyalami Ira lebih dulu, kemudian duduk dengan perlahan. “Ehm!” Bias berdehem untuk menyela keakraban yang ada di depan mata. “Titip Cinta, ya, Din. Aku nunggu di luar.” “Pamit sama bu Ira dulu,” desis Cinta saat berbalik menatap Bias. Matanya sudah melotot dan giginya pun terkatup rapat. Di saat begini, suaminya itu benar-benar tidak tahu sopan santun. “Tau aku,” balas Bias sambil tersenyum dan menghampiri Ira. “Pergi du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN