Dinda mendorong pagar rumahnya lalu masuk untuk memarkirkan motor di carport. Setelah menutup dan mengunci pagar kembali, ia terdiam. Pandangannya tertuju pada rumah impiannya yang selesai direnovasi, dan terasa jauh lebih hidup dari sebelumnya. Pagi itu, sebelum berangkat ke kantor, Dinda sengaja mampir untuk melihat langsung hasil akhirnya. Selama proses renovasi, ia hanya menerima foto dan video dari Altaf serta tukang. Selebihnya, inilah pertama kalinya ia benar-benar menginjakkan kaki kembali ke rumah itu. Beban pekerjaan yang menumpuk akhir-akhir ini membuat Dinda nyaris tidak punya waktu luang. Bahkan untuk sekadar menyempatkan melihat tempat yang sudah lama ia impikan. Kini, Dinda berdiri di hadapan rumahnya sendiri dengan rasa bangga yang menghangatkan d**a, meski harus menyicil

