97~BC

992 Kata

“Sabar, sabar,” ujar Bias lembut ketika melihat kedua tangan Cinta mulai mengepal. Ia mengusap pelan perut istrinya, berusaha menenangkan. Sementara Alma ikut mengusap pelan punggung Cinta dengan wajah khawatir. Di ruang tengah, Danuar tengah memperdengarkan hasil rekaman percakapan antara Kiano dan Briana. Awalnya, suasana begitu hening. Hanya suara dari rekaman yang terdengar, menebarkan ketegangan di antara mereka. Setiap kalimat yang keluar, terasa seperti potongan kebenaran yang menguak segalanya. “Mama yakin kamu kuat,” ucap Alma memberi semangat. Ia tidak lagi bisa menggambarkan, bagaimana luka yang ada di hati Cinta saat ini. Setelah pernah diabaikan keluarga, sekarang menantunya itu harus menghadapi fakta baru. “Kami semua di sini, ada buat kamu. Oke?” Cinta mengangguk. Mengat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN