“Makasih, Pak Felix,” ucap Cinta setelah menandatangani beberapa berkas yang diperlukan. Felix mengangguk, membiarkan asistennya membereskan berkas di meja. “Ini sudah tugas saya. Jadi, nggak perlu sungkan.” “Padahal hari libur, tapi Bapak masih mau repot-repot ngurusin masalah keluarga kami.” Felix terkekeh pelan. “Daripada ditunda minggu depan.” “Kenapa ditunda?” celetuk Cinta. “Pak Felix mau liburan sama anaknya ke Labuan Bajo,” ujar Altaf, “sore nanti mau berangkat.” “Ooh.” Cinta manggut-manggut. “Selamat bersenang-senang, ya, Pak.” “Terima kasih.” Felix berdiri lebih dulu lalu mengulurkan tangannya. Altaf menyambut dengan segera setelah ikut berdiri dan disusul oleh Cinta. “Saya duluan, ya, karena belum packing apa-apa,” pamit Felix mengangguk singkat, lalu pergi keluar kafe

