146~BC

1449 Kata

“Saya … pikir-pikir dulu, Pak,” jawab Dinda tanpa ragu. Dalam hal seperti ini, ia memang tidak akan segan memperjelas semuanya dari awal. Jika suka, Dinda pasti akan langsung menyambutnya. Jika tidak, ia juga tidak akan segan menolaknya seperti Raksa. Namun, untuk kasus Felix, hati Dinda masih diliputi keraguan. Ia tidak bisa menolak, tetapi tidak juga bisa langsung menerima. Secara materi, Felix sudah sangat-sangat memenuhi kriteria Dinda. Untuk penampilan, juga tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, obrolan receh mereka pun selalu nyambung dan seolah tidak ada habisnya. Terkadang, justru Dindalah yang kehabisan kata untuk menghadapi pria matang itu. Namun, status duda beranak satu itulah yang membuat Dinda harus berpikir ulang. Baginya, jika di awal hubungan saja sudah ribet, bagaimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN