Sebastian keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil. Masih mengenakan bathrobe—pria itu melangkah sembari tersenyum mengingat kejadian semalam. Setelah memenangkan pertengkaran dengan Ellio--lantaran anak itu lelah menangis dan menghitung, akhirnya Sebastian bisa memaksa Ellio untuk tidur. Lalu, dia meminta tambahan bed pada pihak hotel. Awalnya dia berpikir untuk menidurkan Ellio di tambahan bed tersebut, namun—istrinya yang sangat menyayangi Ellio itu menolak. *** “Ellio bisa masuk angin kalau harus tidur di lantai. Kita yang tidur di lantai.” “Baiklah. Kita bisa melakukannya di ranjang atau pun di lantai. Tidak masalah. Yang penting kita berdua.” Sebastian menjawab sambil tersenyum miring. “Bagaimana kalau nanti Ellio terbangun?” tanya Louisa k

