ELANG-- “Jadi, seperti ini caramu?” Aku terkejut mendapati Maya berdiri di teras rumah dengan kedua tangan terlipat di depan d*da. Penerangan di teras rumah tidak maksimal, lantaran satu bola lampu terlihat mati. “Aku tidak tahu apa maksudmu, May. Aku lelah.” Kulanjutkan langkah masuk ke dalam rumah. Aku tahu Maya mengikuti di belakang. Suara hentakan sandal selopnya, terdengar. “Jangan berpura-pura tidak tahu!” Maya meninggikan nada suaranya, membuatku terpaksa memutar tubuh, untuk memberinya peringatan. Dia sudah lebih dari dewasa, tapi tidak bisa membaca situasi. “Rendahkan suaramu. Kamu tidak lihat Lowry sedang tidur?” Aku menggeram rendah. Aku masih mendekap tubuh Lowry yang kembali tertidur, beberapa saat setelah kami meninggalkan pelataran rumah sakit. Sepertinya putriku benar

