Bab 54. Perlawanan Sean

1500 Kata

SEAN-- Aku tertawa. Sungguh … aku merasa geli sendiri mendengar kalimat yang Maya katakan sebagai peringatan. Lucu … bener-benar lucu. Siapa yang mendekati siapa? Ku gelengkan kepala saat melihat sepasang mata Maya membesar. Marah? Hah! Wanita aneh—rutukku dalam hati. Sayang sekali aku sedang berada di rumah sakit. Kalau tidak, aku benar-benar akan memberi pelajaran pada perempuan sok kaya, sok cantik, sok menjadi pemilik Elang seutuhnya. Aku mengedip cepat. Tawaku seketika lenyap. Kali ini, bukan pada Maya aku marah. Tapi, pada diriku sendiri yang memikirkan hal aneh. Huh … aku baru tahu jika keanehan otak seseorang, ternyata bisa menular pada orang lain. “Sudah puas tertawanya?” tanya Maya sembari memelotot ke arahku. Aku kembali terkekeh melihatnya. “Sorry nih … saya nggak panggil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN