21. Shenina dan Lingerie-nya (18+++)

1251 Kata

Pukul tujuh malam, atmosfer Jakarta masih menyisakan sisa-sisa kebisingan yang seolah ikut membebani pundak Nathaniel. Lelaki itu berdiri di depan pintu apartemen Shenina, menyesap napas panjang yang terasa nyeri di dadanya sebelum menekan kode akses. Ia butuh pelarian. Setelah konfrontasi brutal di smoking area tadi siang, bayangan wajah tenang Maxime dan rahasia yang ia bawa benar-benar merusak kewarasan Nathaniel. Ia merasa seperti pecundang yang baru saja ditelanjangi di depan umum. Begitu pintu terbuka, aroma lilin aromaterapi yang menenangkan segera menyambut indranya, sangat kontras dengan gejolak amarah yang masih mendidih di bawah permukaan kulitnya. Shenina yang sedang duduk santai di sofa ruang tengah, masih mengenakan gaun sutra tipis pasca pemotretan tadi sore, langsung ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN