Hari demi hari berlalu dengan ritme yang sama. Joceline akan terbangun di pagi hari dari kamar yang sama, berangkat bekerja, bertemu beberapa orang, dan kembali pulang. Oh beberapa kali ia juga menyanggupi ajakan Samantha untuk makan siang atau sekedar menemani mertuanya itu minum teh. Dan apakah Joceline masih suka berbohong mengenai Nathaniel? Jawabannya, sesekali. Hanya ketika ia terdesak dan tidak punya pilihan. Dan, berbicara mengenai pria itu ... Nathaniel, suaminya itu, tidak pernah sekalipun mencarinya. Ah, lagipula, untuk apa berharap, bukan? Shenina semakin intens mengiriminya pesan setiap kali adiknya itu melakukan kegiatan bersama Nathaniel dan itu sudah lebih dari cukup membuatnya mengerti bahwa Nathaniel sibuk dan urusan kecil yang tidak penting seperti dirinya, tidak akan

