Cahaya matahari yang mulai meninggi itu menembus hangat di jendela besar di ruangan Roland. Menyinari tumpukan berkas perkara akuisisi perusahaan properti yang sedang ditinjau bersama. Sebagai salah satu pengacara terbaik di firma hukum keluarga, Nathaniel biasanya sangat fokus dan serius, namun, bayangan wajah Joceline pagi tadi yang begitu panik karena tak sengaja bertemu dengannya, terus berputar di kepalanya. Nathaniel sedikit berdehem, mencoba mengusir pikiran tidak penting itu dari otaknya. “Aku sudah meninjau klausul arbitrasenya, Pa. Kurasa kita perlu memperketat pasal kerahasiaannya agar pihak vendor tidak membocorkan detail merger ini ke publik sebelum waktunya,” ucap Nathaniel dengan nada profesional, jarinya menunjuk pada draf dokumen di atas meja. Roland mengangguk, menye

