Bab 81 - Rayuan Tiana

1391 Kata

"Tiana." Tiana masih bisa merasakan hangatnya sisa air mata yang mengering di pipinya saat Biantara muncul di ujung lorong. Kakak laki-lakinya itu datang dengan kemeja yang sedikit berantakan, langkahnya lebar dan terburu-buru. Begitu sosok Biantara tertangkap oleh matanya, pertahanan Tiana yang sejak tadi dibangun di depan kaca ICU runtuh seketika. "Kak Bian!" seru Tiana dengan suara parau. Ia menghambur, memeluk Biantara dengan erat seolah kakaknya adalah satu-satunya tiang yang bisa menopang tubuhnya agar tidak jatuh. Isak tangis Tiana pecah di d**a Biantara, menumpahkan segala kengerian dari dentuman keras di jalan tol dan bayangan wajah Leonel yang bersimbah darah. "Leonel, Kak. Dia belum bangun," adu Tiana di sela tangisnya. Biantara mengusap punggung adiknya, memberikan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN