Leonel membaringkan tubuh Tiana yang sudah terlelap ke atas ranjang dengan gerakan yang sangat hati-hati. Setelah menyelimutinya hingga sebatas d**a, Leonel duduk di tepi ranjang. Leonel mengusap punggung Tiana perlahan, sambil tersenyum mengingat tingkah Tiana yang selalu membuat kejutan. Satu alisnya terangkat tinggi saat layar ponsel itu masih menyala, menampilkan rentetan pesan dari grup chat. "Hem?" Leonel membacanya dengan saksama. Matanya yang tajam menelusuri setiap kata dari teman-teman Tiana yang begitu vokal menanyakan rahasia ranjang dan servis dirinya. "Wah, apa ini." Bagi orang lain, ini mungkin pelanggaran privasi. Tapi bagi Leonel, segala sesuatu yang berhubungan dengan Tiana adalah hak miliknya, termasuk apa yang dibicarakan teman-temannya tentang dirinya. "Ha

