Detik itu pecah. Bukan oleh tembakan pertama. Tapi oleh sesuatu yang lebih cepat. Lebih terencana. Lebih … berbahaya. Lampu di atas mereka tiba-tiba meledak. Gelap. Bukan padam biasa. Total. Seolah seluruh ruangan ditelan sesuatu. “Sekarang!!” suara Jack menggema. Namun sebelum pelatuk ditarik ... Rentetan peluru menghujani tempat Maxim berdiri. Kosong. Maxim sudah bergerak lebih dulu. Tubuhnya menghilang dari titik sebelumnya, bergeser ke sisi meja dengan kecepatan yang nyaris tidak terlihat. Bukan refleks biasa. Ini insting yang sudah ditempa bertahun-tahun. Jack berguling ke sisi kiri, mencari perlindungan di balik pilar beton. “Sniper di atas!!” teriaknya. Kilatan merah muncul sesaat di kegelapan. Bidikan laser. Banyak. Terlalu banyak. Maxim menyipitkan mata. Mengh
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


