83. Perlawanan Menegangkan

1825 Kata

Lampu mobil menerangi wajah mereka bertiga. Maxim akhirnya mengangkat kedua tangannya perlahan. Kemudian ia menarik pistolnya dari pinggang. Dan menjatuhkannya ke lantai beton. Bunyi logamnya bergema. Dante tersenyum puas. “Bagus.” Namun saat itu Jack tiba-tiba tertawa kecil. Dante sedikit mengernyit. “Apa yang lucu?” Jack menatap Maxim. Lalu berkata pelan. “Dia belum melakukan apa pun.” Dante menyipitkan mata. “Apa maksudmu?” Jack tersenyum tipis meski pistol masih menempel di kepalanya. “Kalau kau pikir ini rencana Maxim …” Ia mengangguk sedikit ke arah kegelapan terowongan di belakang Dante. “… kau benar-benar belum mengenal keluarganya.” Dante perlahan menoleh. Dan di kejauhan dari sisi lain terowongan suara mesin lain mulai terdengar. Banyak mesin. Sangat bany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN