Musik orkestra mengalun lembut, gelas kristal berdenting ringan, dan para tamu bergerak dengan senyum yang terlalu terlatih untuk disebut tulus. Maxim dan Gwen baru saja selesai menyapa beberapa investor ketika pintu utama terbuka untuk kedua kalinya. Bukan dramatis. Tapi cukup untuk membuat beberapa kepala menoleh. Masuklah Hera Blackstone. Gaunnya merah anggur, potongannya berani namun elegan. Rambutnya dibiarkan tergerai rapi. Senyumnya tipis senyum seseorang yang tahu persis efek kehadirannya. Di sampingnya berjalan Dante Blackstone. Setelan gelap klasik. Rambutnya yang mulai memutih justru menambah wibawa. Tatapannya tajam, tenang, dan penuh perhitungan. Ruangan tidak berhenti. Tapi ritmenya berubah. Gwen merasakannya lebih dulu. Maxim tidak perlu menoleh untuk tahu siapa ya

