Hera tidak membiarkan ekspresinya berubah. Gelas yang hampir retak itu sudah ia ganti dengan yang baru. Tangannya kembali stabil. Napasnya teratur. Maxim memperhatikan sekeliling, seperti biasa. Ia tidak pernah benar-benar santai di acara seperti ini. Matanya bergerak, menghitung jarak, membaca kelompok-kelompok kecil yang terbentuk. Dante berdiri tak jauh dari Hera. “Kau terlalu lama menatap,” ujarnya tanpa melihat putrinya. “Aku hanya mengamati,” jawab Hera ringan. “Amati dengan kepala, bukan dengan emosi.” Hera menoleh pelan. “Aku tidak emosional.” Dante akhirnya menatapnya. Lama. Menguji. “Bagus!!" katanya singkat. Di tengah ruangan, MC kembali mengambil mikrofon. Donasi simbolis akan diumumkan. Beberapa nama disebut. Tepuk tangan mengalun sopan. Ketika nama De Luca disebut

