Pagi di Bali tidak pernah seindah ini bagi Vanya. Ia keluar ke balkon, menghirup aroma garam laut yang bercampur dengan wangi kopi yang baru saja diseduh. Di bawah sana, ia bisa melihat Bumi sedang melakukan push-up ringan di tepi kolam renang. Keringat yang membasahi punggung pria itu berkilat tertimpa cahaya matahari, membuat Vanya harus menelan ludah berkali-kali. "Sudah puas mengintipnya, Nona?" suara Bumi terdengar rendah, tanpa menghentikan gerakannya. Vanya tersentak, lalu memasang wajah datarnya kembali. "Siapa yang mengintip? Aku cuma memastikan kamu nggak pingsan karena kelelahan semalam." Bumi berdiri, menyambar handuk kecil dan menyeka wajahnya. Ia mendongak, menatap Vanya dengan senyum miring yang kini mulai sering ia tunjukkan. "Tenaga saya lebih dari cukup untuk menghad

