Bab 31. Ungkapan Perasaan

1327 Kata

Vanya menoleh, masih memegang bingkai foto itu dengan ujung jemarinya yang dingin. Ia menatap Bumi yang berdiri kaku di ambang pintu, rahangnya mengeras, dan sorot matanya yang biasanya tenang kini berkilat penuh kepahitan. "Sampah?" Vanya mengulang kata itu dengan nada rendah. Ia menarik lipatan foto itu sepenuhnya. "Calon Siswa Terbaik, Bumi. Kenapa kamu menyebut kerja kerasmu sebagai sampah?" Bumi melangkah maju, merebut bingkai itu dari tangan Vanya dengan gerakan yang sedikit kasar namun ia segera menahannya agar tidak melukai wanita itu. Ia meletakkan kembali foto itu di posisi semula, bagian bawahnya ia tekuk kembali dengan kencang. "Prestasi tidak ada harganya di tempat ini, Vanya. Foto itu hanya pengingat bahwa kejujuran hanya milik orang kaya," ucap Bumi, suaranya terdengar se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN