Bab 24. Penjaga Hati

1205 Kata

Bumi terdiam. Pertanyaan itu menggantung di udara, terasa jauh lebih berat daripada tubuh Vanya yang sedang bersandar padanya. Kalimat itu bukan sekadar pengandaian bagi Bumi, tu adalah lonceng peringatan yang sudah ia dengar sejak konfrontasi di lift sebulan lalu. Bumi menarik napas panjang, lalu menjauhkan sedikit tubuh Vanya hanya untuk menatap matanya dalam-dalam. Ia tidak memberikan jawaban manis khas film romantis. "Kalau Anda mati, saya akan jadi orang pertama yang memprotes Tuhan karena telah memberikan tugas yang mustahil pada saya," jawab Bumi dengan nada datar yang justru terasa sangat jujur. "Tapi sebelum itu terjadi, pastikan Anda sudah membayar sisa gaji saya untuk seumur hidup." Vanya tertawa, meski matanya berkaca-kaca. Ia memukul bahu Bumi pelan. "Sialan. Kamu benar-b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN