Bab 23. Racun Dalam Perhatian

1312 Kata

Bumi tidak menggubris perkataan Erlan sama sekali. Ia justru masuk ke dalam lift, mengambil posisi berdiri di antara Elran dan Vanya—menciptakan baris pertahanan fisik yang nyata. Ia tidak menyentuh Vanya, namun kehadirannya membuat ruang gerak Elran terbatas. "Saya hanya menjalankan tugas," jawab Bumi singkat. Matanya melirik Vanya melalui pantulan dinding lift yang mengkilap. Ia melihat wanita itu meremas tangannya sendiri sampai memutih. Elran mendengus, menatap Vanya untuk terakhir kalinya. "Pikirkan tawaranku, Vanya. Rahasiamu itu punya tanggal kedaluwarsa. Dan saat itu tiba, pengawalmu ini tidak akan bisa berbuat apa-apa selain menonton." Begitu Elran keluar di lantai lobi, Bumi segera menekan tombol Close. Pintu tertutup dan suasana menjadi hening. Vanya masih mematung. Napasnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN