88. Manjanya Arman

1017 Kata

Kehamilan Indira memasuki bulan-bulan awal yang penuh penyesuaian. Tubuhnya yang selama ini kuat dan terlatih menghadapi tekanan kerja tiba-tiba terasa lebih sensitif. Pagi hari sering dimulai dengan mual ringan, bukan yang sampai membuatnya terkapar, tapi cukup untuk memaksanya duduk diam sejenak sambil menyesap air hangat. Namun Indira tetaplah Indira, perempuan yang terbiasa mandiri dan tidak ingin merepotkan orang lain. Ia tidak mengeluh berlebihan, hanya belajar mengenali batas tubuhnya sendiri. Justru Arman lah yang berubah drastis. Sejak tahu Indira hamil, Arman seperti kehilangan seluruh citra pria dingin dan tegasnya. Ia menjadi sosok yang menurut Bik Ningsih terlalu lebay untuk ukuran calon ayah. Setiap Indira bangun tidur, Arman sudah lebih dulu terjaga, memastikan istrinya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN