73. Godaan Arman Untuk Indira

1362 Kata

Malinda memasuki rumah dengan wajah tegang. Langkah kakinya terdengar keras saat sepatu haknya menghantam lantai marmer ruang tamu. “Ayusita!” teriak Malinda nyaring, suaranya menggema memenuhi rumah. Wanita paruh baya itu menaiki undakan tangga menuju lantai dua, tempat kamar Ayusita berada. Ayusita yang baru saja masuk ke kamar, masih mengenakan pakaian santai hasil jalan-jalan sore bersama teman-temannya, terlonjak kaget. Ia menghela napas kesal sebelum membuka pintu kamarnya dengan kasar. “Ada apa sih, Ma, teriak-teriak kayak rumah kebakaran aja?” gerutunya tanpa rasa bersalah. Malinda melangkah cepat. Wajahnya merah padam, matanya tajam menatap putrinya sendiri seolah Ayusita adalah musuh. “Kamu masih bisa tenang di saat Adrian minggat begitu saja?!” bentak Malinda. Ayusita meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN