73. Kekalutan Malinda

1476 Kata

Pagi ini Arman dan Indira sedang bersiap. Rencananya mereka akan pergi ke kantor Pak Surya lalu mendatangi Malinda di Akbar Group. Arman berdiri di depan cermin kamar. Kemeja putih yang dikenakannya masih terbuka di bagian atas, sementara jemarinya sibuk mengancingkan satu per satu dengan rapi. Wajahnya tampak tenang, tapi sesungguhnya pikirannya penuh oleh agenda hari ini yang akan menjadi titik balik bagi banyak hal. Sementara Indira sudah siap, dengan mengenakan blouse sederhana dan celana bahan, perempuan itu tersenyum ketika melihat Arman berdiri membelakanginya. Ada pemandangan yang entah kenapa membuat dadanya terasa hangat. Ia melangkah mendekat tanpa suara. “Mas.” panggilnya pelan. Arman menoleh setengah, lalu tersenyum kecil. “Sudah siap?” Tanpa menjawab, Indira justru ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN