65. Bertemu Ayusita

2081 Kata

Arman memasuki lantai tempat ruang kerjanya berada dengan langkah cepat. Pria itu berdiri tepat di depan meja kerja Lidya yang tampak kosong. Kursinya pun rapi, tidak ada tanda-tanda Lidya baru saja datang atau sedang mengambil sesuatu. Keningnya berkerut sebab tak biasanya dia datang lebih awal ketimbang sekretarisnya itu. Padahal Arman masih punya urusan yang harus diselesaikan dengan perempuan itu. Kemarin ia masih bisa menahan diri untuk tidak langsung menghakimi Lidya atas insiden yang dialami oleh Indira. Fokusnya hanya pada Indira, terlebih ketika ia melihat tangan istrinya yang memerah akibat sup panas tumpah. Tapi kini, setelah Indira aman, Arman berniat menyelesaikan semuanya secara jelas dengan Lidya. “Tumben,” gumam Arman, wajahnya mengeras. Lidya bukan tipe yang terlambat t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN