116 | Pernikahan yang Sesungguhnya

1829 Kata

"Saya terima nikah dan kawinnya Realine Anjani binti Nino Alessandro dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" "Sah!" Itu semua yang tayang di beberapa layar lebar tiap sudut tenda acara. Ditayangkan saat Jayakarsa menjabat tangan pak ustaz di kediaman Banyuliang, detik-detik pernikahan sirinya berlangsung. Gemuruh riuh dari para tamu undangan yang ingin menyaksikan akad nikah memenuhi tenda ini, fokus mereka jatuh di layar terdekat. Ada yang sampai menutup mulut dramatis. Matanya berbinar-binar penuh haru, ada juga yang mengerling sinis—seperti halnya sepupu Jayakarsa. Tapi sebelum itu, ada hal yang perlu dideskripsikan terperinci di sini. Undangan wajib dibawa, para tamu tak boleh melupakan hal itu. Ini pernikahan dari orang penting. Sebetulnya yang dibawa bukan undangan utuh, tetapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN