"Dengan Bapak Julian?" Ya, benar. Hari itu Julian meminta sang asisten pribadi barunya untuk dicarikan seorang psikolog, lalu dibuatkan jadwal konsultasi. Julian ingat nama dokter yang tertera di kertas salinan rekam medis papinya adalah Sucipto, tetapi yang dia datangi saat itu bukan sosok terkait. "Saya boleh mulai dari tanya-tanya tentang suatu kondisi, Dok?" Julian mengawali. Dokternya senyum. "Tentu boleh, Pak. Silakan." Julian menarik napas samar. Menatap tepat di mata dokternya. "Saya penasaran ... aromantis itu apa? Oh, ya, saya sempat mencarinya di internet, tapi saya ingin mendengar penjelasannya langsung dari yang ahli." "Itu pertanyaan yang bagus, Pak," tutur dokter yang duduk di depan Julian, melanjutkan, "Saya senang Bapak ingin memahami lebih dalam." Jadi .... Ini b

