Extra Part 10: Berdamai

1209 Kata

"Kamu sudah tahu sepertinya, ya?" Sosok Jayakarsa Atmaja selalu tenang bak genangan air kolam tanpa tersentuh. Sekali pun tersentuh, riaknya pelan. Namun, sosok Jaya yang demikian tak Julian warisi. Dia lebih ekspresif daripada sang papi. Sekarang saja hatinya serasa kencang bergemuruh, dadaa pun mulai kembang-kempis emosi. Ada ragam perasaan yang membuat Julian berkecamuk tak menentu. Sedih. Marah—kepada diri sendiri sebab baru tahu sekarang soal vonis psikologis papi. Kecewa—karena tak bisa menjadi sosok yang papi ajak membicarakan kondisinya. Kecewa pada diri sendiri juga tentunya. Kenapa? Apa dirinya tidak cukup baik sebagai anak? Apa dirinya tidak cocok untuk dijadikan tempat bertukar pikiran dengan orang tua? Atau dirinya ... oh, ya, Julian suka julid. Dia suka meledek papi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN