Sesuai prediksi, tatapan Julian langsung julid kepada sang papi begitu dia mendengar kabar akan punya adik lagi di usia kedua puluh delapan otewe dua puluh sembilannya ini. Ya, nggak apa-apa, sih. Toh, Mami Reanya itu belum genap empat puluh tahun. "Kejer setoran, ya, Pi?" Itu sindiran. Julian dapat info dari Eyang Ella—saat di perjalanan menuju Banyuliang. Nenek Santi yang mengabarkan, katanya: [Jeng, ayo rayakan. Cucu kita mau nambah lagi satu. Tuh, garis dua. Test pack-nya Rea ini. Nak Jaya tokcer ces pleng markotop.] Julian membaca sendiri isi pesannya di rest area setelah di mobil Eyang Ella bilang, "Wah, wah ... mau punya adik lagi, nih, kamu, Ian. Papimu kejar target kayaknya, mumpung belum lima puluh pas." Sembari terkekeh. Ya, begitulah. Tiba di Banyuliang, berhadapan denga

