135 | Mutualisme Maut

2229 Kata

"Suamimu kapan ke sininya, Re?" tanya ibu. Rea sedang dioles-olesi minyak angin di punggung oleh mama Nathan. Ajaibnya, aroma minyak angin terasa segar, hanya jangan aroma masakan saja. Bau, enek, bikin mual. Alhasil, pintu kamar pun dikunci. Rea juga mengolesi perutnya dengan itu, merek minyak anginnya adalah 'Segar Peduli'. Gabungkan dalam bahasa Inggris antara 'segar' dan 'peduli.' Oh, Aylin terbangun, well. Dia sedang ditimang-timang oleh neneknya. "Nanti malam, Bu. Masih ada urusan urgent di kantor soalnya." Rea menjawab lesu, habis muntah tadi. "Oh, berangkat dari sananya malam? Nyampe sini bisa-bisa tengah malam, dong?" tutur Bu Santi. "Iya, Bu." "Suamimu tahu?" Ibu bertanya lagi. "Tahu soal?" "Ya, ini, sih. Bunting." Astaga. Tutur bahasa ibu ingin rasanya Rea koreksi, tet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN