110 | Hari yang Tak Terlupa

1401 Kata

"Jangan dimasukkan ke hati, dia ini memang sahabat Friska." Eh? Jayakarsa mendengarnya ternyata. Soal apa yang Rea dengar beberapa saat lalu, detik di sebelum masuk kamar. Di mana kini sudah mulai Rea susui anaknya. Diam saja, sama sekali tak ada tutur kata yang keluar dari lisannya sehabis mendengar hal tersebut. Kalau boleh jujur ... sulit untuk tidak dimasukkan ke hati, bahkan sejak tadi hati Rea sudah perih. Bukannya lebay, tetapi kalimat yang terkesan membandingkan itu terdengar sangat menusuk memang. Apalagi yang mengatakannya bagian dari keluarga suami, dibandingkannya dengan si mantan istri pula, dan Rea yang buruk—konon—mantan Jaya yang baik. Seketika pikiran Rea terlempar pada sosok mbak mantan tersebut. Di usia Mbak Friska sekarang memang masih sangat berkelas, sangat cant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN