Banyuliang gempar. Seluruh warga mendapatkan undangan pernikahan yang mana lapisan luar terbuat dari kain sutra premium berwarna ivory dan dibalut pita gold ber-bros dengan aksen rumit. Yang mengantarkan undangan juga tidak main-main, penampilannya super rapi dengan jas dan rambut ditata klimis. "Undangan dari Bu Rea." "Oalah! Reanya Bu Santi?" Seperti itu. "Yo! Aryo! Kami dapat undangan resepsi kakakmu, tapi kenapa ini rumah, kok, sepi terus, Yo?" Aryo baru saja pulang kerja. Dia sudah dapat kabar bahwa pesta pernikahan sang kakak akan diselenggara sekitar sepuluh harian lagi di Banyuliang, dan tujuh harian lagi di Jakarta untuk akad ulang. "Oh, iya, Bu. Nanti ramenya dua hari menjelang acara di sini. Masih pada fokus nyiapin yang di Jakarta dulu. Ini Aryo juga mau ke sana nanti pa

