"Julian sudah tahu," ucap Jaya. Rea yang baru keluar dari kamar mandi, sore itu, tiba-tiba diajak ngobrol langsung ke inti tanpa ada bahasan pembukanya dulu. "Tahu apa, Mas?" Rea duduk di kursi rias, mau mengeringkan rambut dulu. Toh, tubuh telanjangnya aman dibalut bathrobe. Jaya mendekat. Mengambil alih hair dryer dari tangan Rea. Kalau cuma mengeringkan rambut macam ini, Jaya bisa. Sudah pernah soalnya, tetapi belum pernah dikisahkan, ya? Waktu itu setelah mandi junub bersama, Jayalah yang mengeringkan rambut istrinya. Hal kecil macam ini Rea sebut romantis, Jaya jadi senang melakukannya. Hal-hal yang dia rasa cuma sebentuk inisiatif iseng saja, rupanya bermakna dalam di hati Rea. "Tahu soal vonis Mas yang aromantis." Hah?! Begitu kira-kira respons Rea yang refleks, padahal Jay

