128 | Bertemu

1631 Kata

"Bu San—" Henti di sana, bahkan langkah dari seorang Santi Sulastri yang sudah punya cucu itu. Pak Lili menatap dari tempatnya, sedangkan Bu Santi berdiri tepat di sisi tubuh jangkung seseorang yang mulai dirinya kenali betul siapa gerangan. "Bisa bicara sebentar?" Dengan bahasa yang pernah ibu Rea pelajari susah payah, bahasa suaminya. Dulu. "Sebentar." Saat tangannya mulai Santi tarik lepas, lelaki yang mewariskan genetiknya di Rea. "Sebentar, ya, Pak Lili! Atau nggak, duluan aja. Nanti saya nyusul, minta tolong Nak Jaya kirimin jemputan aja!" Menantunya tak mungkin tidak mengabulkan, bukan? "Saya tunggu aja, Bu." Begitu kata Pak Lili. Sosoknya lantas ditatap dari atas sampai bawah dan ke atas lagi oleh pria di sebelah Bu Santi. "Ayo," ucap ibu Rea ini. "Mau di mana?" Seolah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN