"Mas, masa aku hamil, sih?" Jaya yang sedang mengetik di laptop auto menoleh dan gerakannya kaku, seakan sosok yang mau dia tatap adalah hantu paling seram sejagat raya. "Hamil?" Raut Jaya yang biasa always tenang and chill itu menegang. "Kamu hamil?" Bukan lagi istri yang takut hamil, tetapi suami. Jaya takut Rea hamil lagi, meski tak dipungkiri kegiatan intim bersamanya masih sering terjadi. Oh, harusnya Jaya disteril saja, ya, dengan vasektomi. "Re, serius?" Jaya lantas meninggalkan pekerjaannya. Dia berdiri menghampiri Realine Anjani. Sorot mata Jaya lalu turun ke perut istrinya. Tapi, kan, Rea sudah empat puluh enam lebih. Serius masih bisa hamil? Kalaupun bisa, bukannya itu mengkhawatirkan? Aduh. "Jangan bercanda, Re." Jaya betul-betul resah. Lihat saja rautnya. Dan kini je

