Sore itu kami berlima akhirnya kumpul di The Fairy Forest. Aku. Cantika. Risa. Fira. Alya. Kami memulai satu jam lebih cepat dari rencana. Sekitar enam puluh menit pertama kami habiskan berfoto di spot-spot outdoor yang rasanya seperti menyusuri hutan ajaib di dalam dongeng Alice in Wonderland. Setelahnya, kami pindah. Private room kecil. Tea set lengkap. Mic karaoke. Lampu temaram. Dan… kehancuran! Awalnya elegan. Sungguh! Kami ngeteh cantik, ngobrol kalem, foto estetik ala bangsawan-bangsawan Inggris. Tapi sepuluh menit kemudian... Fira meraih mic, memilih lagu, lalu menyanyi galau pakai efek vibrato yang bunyinya kayak ayam masuk angin. Aku ngakak sampai suaraku hilang. Yang lain juga sama. Alya merebut mic, mencoba menyelamatkan kami dari mati karena tertawa. “GESE

