BAB 64-2

818 Kata

Bukan karena tersinggung. Tapi karena aku paham… pertanyaan itu lahir dari sayang. Risa tak sedang menuduh. Ia sedang memastikan aku baik-baik saja. Fira dan Alya ikut diam. Cantika bahkan meletakkan cangkirnya. Aku menarik napas dalam. “Nggak, Ris,” tanggapku. Tersua hening. Aku menggeleng lagi. “Nggak gitu kok.” “Serius, Nda?” tanya Risa, nadanya terdengar berhati-hati. Aku mengangguk. “Justru… mereka tuh beda banget.” “Beda gimana?” tanya Alya. Aku tersenyum simpul. “Yupi itu… luarnya cuek, kayak males ngomong. Tapi diam-diam merhatiin banget. Lo semua kenal deh dia gimana,” jawabku, membawa memori kami kembali ke masa lalu. “Dan cara dia nunjukin sayang tuh… verbal.” “Words of affirmation?” timpal Fira. “Banget,” sahutku. “Yupi tuh gampang bilang sayang. Gampang muji. Gam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN