BAB 65-1

1097 Kata

“Kita mau ke mana besok, Akang?” tanya Amanda lagi. Masih penasaran. Padahal aku sudah bilang kalau kencan besok itu ra-ha-sia! “Nggak seru dong kalau dikasih tau sekarang,” tanggapku. “Kan Nda harus menyesuaikan kostum. Nanti Nda pakai dress taunya kita mau main kotor-kotoran yang ada repot dan nggak nyambung.” “Boleh kok pakai dress, tapi yang casual.” “Nonton? Makan? Nge-mall?” Ia masih berusaha mengorek. “Bukan,” jawabku datar. “Ih!” sentaknya, lalu merapatkan gigi. Aku tergelak renyah. Tangannya kuraih, mengajaknya melangkah menuju pintu utama kediaman Dewantara. Baru saja kami melangkah di teras, pintu sudah terbuka lebih dulu. “Assalamu’alaikum, Mi,” ucapku seraya menyalam beliau. “Wa’alaikumussalam,” jawab beliau. “Ayo masuk, Yal.” “Nggak usah, Mi. Iyal langsung aja.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN