BAB 68-1

730 Kata

“Aman. Teu perlu ditemenin da. Urang juga sebenernya mah males,” ujarku. “Maneh cuti?” tanya Nino. “Apa urang izin buang-buang air nyak?” Aku tergelak. “Masih kurang banyak dosa maneh?” balasku. “Henteu. Urang praktik jam satu.” “Pasti selesai cepat memangnya?” tanya Mehdi. “Teuing da,” sahutku. “Maneh balik kapan?” “Sabtu.” “Okelah, kita kumpul habis maneh balik aja.” “Deal!” sahut Nino. “Memangnya kau berdua tak kencan?” balas Mehdi. “Nggak harus kencan. Yang penting bareng,” jawabku. “Idem,” sahut Nino. “Mantap! Aku yang jadi obat nyamuk.” Aku dan Nino tergelak. “Urang siap-siap dulu, bros,” ujarku lagi. “Good luck, Yal,” timpal Nino. “Semoga Allah mudahkan,” sambung Mehdi. Kami bertukar salam, lalu sambungan video pun terputus. Aku menarik napas dalam, menghela pelan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN