“Urang cuma mau bilang… urang nggak tau kalau yang nabrak kalian itu truk dari perusahaan Erin.” “Maneh datang malam-malam cuma buat bilang itu?” “Urang juga belum lama tau, Yal. Dan—” “Terus? Maneh sudah tau, terus apa?” Perdebatan kami malam itu terus berputar di kepalaku. Dan apa? Aku jadi bertanya-tanya apa yang belum sempat Juno katakan. Kalimatnya menggantung karena aku memotongnya. Aku mengeluarkan ponselku, membuka group chat-ku dengan Nino dan Mehdi. Arial: Bros, maneh berdua tau kalau si Juno pernah kerja di Yudhis Express? Belum waktunya istirahat siang, namun bagian atas layar, notifikasi jika Nino tengah mengetik muncul. Nino: Teu nyaho urang mah. Aya naon? Balasan Mehdi menyusul masuk setelahnya. Mehdi: Kapan dia kerja di sana? Arial: Pas kecelakaan, dia masih ker

