BAB 79-2

955 Kata

Dan kalimat beliau... menamparku keras. Aku menunduk. Menatap kedua telapak tanganku sendiri. Terdiam. Karena… iya, mungkin selama ini aku memang begitu. Menyalahkan Juno. Menyalahkan sopir truk. Menyalahkan Yudhis Express. Menyalahkan Erin. Menyalahkan siapa pun. Karena menerima kenyataan bahwa hidup memang bisa sekejam itu… jauh lebih sulit. “Yal?” tegur dr. April lembut. Aku menoleh. Beliau mencondongkan tubuh, menatapku lekat. “Kalau kamu sudah mulai bisa bilang ‘ini bukan salah Juno’… artinya kamu sedang belajar menerima.” Aku menghela napas pelan. “Belajar ya, Dok?” “Berarti lo belum lulus, Yal,” sela dr. Irgi. Aku terkekeh singkat. “Belum ujian atau masih remedial, Dok?” dr. Irgi tertawa. “Nah gitu dong. Biia gimana pun, berusaha untuk nggak terperangkap lama di kes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN