Pintu IGD otomatis terbuka. Dan dunia langsung berubah menjadi lebih sibuk dan riuh. Aku masih melangkah cepat. Di luar sana, suara sirene ambulans masih meraung. Satu ambulans. Dua ambulans. Tiga? Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Korban massal. “Kecelakaan berapa kendaraan?” tanyaku ke Suster Indar yang tadi memanggilku ke ruang dokter. “Adu banteng, Dok. Dua-duanya dalam kecepatan tinggi dan bawa penumpang.” “Ya Allah. Motor dua-duanya?” Suster Indar mengangguk. Pintu ambulans pertama dibuka. Seorang laki-laki muda diturunkan cepat. Memar di d**a, kesulitan bernapas. Tim BTKV langsung mengambil alih. “Chest trauma!” Ambulans kedua. Perempuan. Paha kiri bentuknya tampak tak normal. Ortopedi menyambut. “Fraktur femur.” Ambulans ketiga. Yang turun lebih dulu adalah seo

