BAB 34-2

560 Kata

Aku terdiam. “Minimal... pasti ada yang mulai duluan, meski cuma genggaman tangan,” lanjut Mami. “Memangnya kalau ada apa-apa, Nda siap?” “Siap apa, Mi?” “Tanggung jawab. Jalanin hidup sesuai konsekuensi dari perbuatan kita sendiri.” Aku langsung mengerti. “Hamil maksud Mami?” “Nggak mesti hamil,” tanggap Mami. “Justru yang harus dipikirin… hidup setelahnya.” Keningku spontan mengernyit. “Anggaplah prianya mapan. Tapi, mau nggak Nda melepas sebagian mimpi Nda… demi keputusan menikah di usia muda?” Aku langsung menggeleng. “Kenapa?” tanya Mami lembut. Aku menarik napas pelan. “Nda belum kebayang, Mi… gimana caranya tetap ngejar mimpi Nda kalau sudah menikah sekarang.” Mami diam. Mendengarkan. “Nda jadi pengacara itu bukan cuma harapan Mami Papi… tapi juga Nda sendiri,” lanjutku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN