BAB 45-2

719 Kata

“Dengan mengorbankan Pak Bima? Hati-hati kamu,” balas si pengacara. “Berarti lebih dari setengah populasi Indonesia harus hati-hati, Pak!” seru wartawan yang lain. Pengacara itu terkekeh. “Saya nggak tau soal itu. Tapi menurut saya, gugatan ini murni diajukan dengan alasan emosional.” “Wah!” lirih Amanda, semakin kesal. “Yudhis Express... oh, yang sopirnya microsleep dan nabrak beberapa mobil dan pejalan kaki di Jatinangor ya, Nda?” ujar Alya tanpa menggeser tatapannya dari layar. Aku beku, seakan tak sanggup menjawab pertanyaan itu. “Akhirnya naik ke gugatan pidana korporasi,” gumam Alya lagi. “Gila sih, bisa gede banget nih impact-nya. Apes-apesnya bakal ditutup tuh usaha.” Aku tak menjawab. “Dia bilang apa? Gugatan dengan alasan emosional? Tuh orang harus ngerasain ditinggal men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN