BAB 45-3

753 Kata

Aku tersenyum. “Ada yang nyinyirin lo?” tanyanya kemudian. Bahuku naik turun singkat. “Entah. Mungkin karena kami bukan tipe orang yang asal curhat dan senang show off, jadi nggak banyak yang tau kalau gue dan Kang Iyal pacaran.” “Nggak usah mikirin pendapat orang, Nda.” “Nggak kok.” “Good.” Alya memelukku, kepalanya bersandar di bahuku. “Ini bukan kasus kecil kan, Nda?” Aku mengangguk. “Pebisnis kotor kayak si terdakwa itu... bisa bikin efeknya ke mana-mana.” “I know,” tanggapku. “Cerita sama gue kalau rasanya berat banget, Nda. Gue masih waras kok, paham mana yang serius dan harus di-keep, mana yang bisa dijadiin konten konyol.” Aku tergelak. “Thanks, Al.” “Hmm.” Ponselku bergetar di meja. Aku menoleh. Alya melepas pelukannya, membiarkanku meraih gawai itu. “Akang.” Aku me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN