BAB 51-3

530 Kata

“Dipakai buat apa?” tanya Ayah Borne. “Kita nggak pegang operasional internal mereka, Om. Tapi dari laporan yang masuk… cashflow mereka aneh aja gitu.” “Aneh gimana?” Papa Ga ikut mencondongkan badan. “Investasi masuk… tapi performa nggak naik signifikan,” jawab Kang Iyal. “Bahkan beberapa pengiriman justru mulai terganggu.” “Prioritas yang dijanjikan… hilang?” tanya Om Dirga. Kang Iyal mengangguk. “Kadang kita harus nunggu slot,” lanjutnya. “Padahal itu bagian dari kesepakatan.” Papa Ga terkekeh. “Red flag.” “Kacau,” sahut Ayah Borne. Kang Iyal menatap jalan di depan, tetap fokus menyetir. “Terus Papa dan Om kamu gimana?” tanya Papa Ga. “Ada masa disabar-sabarinnya, Om. Sambil nyari partner logistik yang baru. Tapi begitu indikasinya nggak sekadar mismanagement lagi, curiga ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN