BAB 57-2

884 Kata

Lampu-lampu auditorium perlahan menyala penuh. Orang-orang mulai berdiri, merapikan tas, mengambil jaket, dan bergerak keluar. Tak ada yang terburu-buru. Seolah semua sepakat… ingin menahan sedikit lebih lama suasana tadi. Aku berdiri. Amanda juga. Tapi… diamnya masih terbawa. Tanganku sempat ragu untuk meraihnya lagi. Namun akhirnya tetap kulakukan. Jemari kamu kutautkan, lalu kugenggam. Syukurlah, ia tak menolak.. Kami berjalan keluar bersama arus. Hingga akhirnya sampai di parkiran. Aku membukakan pintu untuknya. Amanda masuk tanpa banyak bicara. Aku memutar ke sisi kemudi, duduk, lalu menyalakan mesin. Sejenak… hanya suara embusan AC yang terdengar. Aku menoleh, menatapnya. “Nda lapar nggak?” tanyaku. Ia masih memperhatikan suasana di luar jendela. “Iya,” jawabnya, lalu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN