BAB 57-1

895 Kata

“Ayo kita rayain tepat satu bulan Akang kerja di RSPI,” ujar perempuan yang duduk di sampingku. Aku terkekeh. “Bisa pas banget ya,” tanggapku. “Kamu tau yang mau konser siapa?” “Tau dong.” “Kirain nggak tau.” “Justru Nda nggak nyangka Akang ngajak nonton intimate concert begini. Biarpun tiketnya hibahan dari Kang Nino.” “Aku beli, sayang.” Ia tergelak singkat. “Kang Nino sudah gimana keadaannya, Kang?” “Trombositnya sudah mulai naik alhamdulillah.” “Alhamdulillah,” sahutnya. “Nda malah belum besuk.” “Nggak apa-apa. Aku bilang kok kalau kamu lagi UAS.” “Besok deh insya Allah Nda datang.” Aku mengangguk. Lampu auditorium redup perlahan, tersisa lighting panggung yang membuat seluruh perhatian terpusat ke arahnya. Deretan kursi yang tersusun rapi, kini hampir terisi penuh. Suara o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN