Pagi merambat pelan ke halaman belakang mansion. Udara masih dingin, namun matahari sudah memantulkan cahaya tipis di permukaan kolam koi. Arielle duduk di bangku rotan panjang, mengenakan gaun rumah warna gading. Di pangkuannya mangkuk kristal berisi ceri merah mengilap. Alvaro duduk di sampingnya, satu kaki disilangkan santai. Luka tipis di lengan dan bahunya sudah bersih; wajahnya tenang. Arielle menyuapkan sebutir ceri ke bibir Alvaro. Pria itu menggigit buahnya tanpa mengalihkan pandang dari istrinya. Arielle menyeka sisa jus di sudut bibir suaminya dengan ujung jari. Di ujung teras, Leon muncul berlari. Rambutnya berantakan, kaus tidurnya setengah terangkat. Ia berhenti mendadak ketika melihat pemandangan itu. Alisnya terangkat tinggi. “Papa disuapi ceri?” Alvaro menoleh pelan. “

